Program komputer atau sering kali disingkat sebagai program adalah serangkaian instruksi yang ditulis untuk melakukan suatu fungsi spesifik pada komputer.
Komputer pada dasarnya membutuhkan keberadaan program agar bisa
menjalankan fungsinya sebagai komputer, biasanya hal ini dilakukan
dengan cara mengeksekusi serangkaian instruksi program tersebut pada prosesor.
Sebuah program biasanya memiliki suatu bentuk model pengeksekusian
tertentu agar dapat secara langsung dieksekusi oleh komputer. Program
yang sama dalam format kode yang dapat dibaca oleh manusia disebut
sebagai kode sumber, bentuk program yang memungkinkan programmer menganalisis serta melakukan penelaahan algoritma yang digunakan pada program tersebut. Kode sumber tersebut pada akhirnya dikompilasi
oleh utilitas bahasa pemrograman tertentu sehingga membentuk sebuah
program. bentuk alternatif lain model pengeksekusian sebuah program
adalah dengan menggunakan bantuan interpreter, kode sumber tersebut langsung dijalankan oleh utilitas interpreter suatu bahasa pemrograman yang digunakan.
Beberapa program komputer dapat dijalankan pada sebuah komputer pada
saat bersamaan, kemampuan komputer untuk menjalankan beberapa program
pada saat bersamaan disebut sebagai multitasking.
source : http://programmer-serunyamenjadiprogrammer.blogspot.com/2012/01/pengertian-programming.html
PENGERTIAN PROGRAMMING & PROGRAMMER
Oleh: Drs. Andi Fachrudin M,MSi
Media
Televisi sebagai salah satu media massa elektronik yang digemari
masyarakat memilki daya tarik karena program audio visualnya mampu
memberikan informasi, hiburan dan pendidikan yang sangat mudah dicerna,
dinikmati dan ditiru. Sehingga pemirsa televisi sangat cepat dapat
dipengaruhi oleh media yang satu ini, baik itu positif ataupun
negatifnya.
Pengertian
“Program” dalam media penyiaran sangat identik dengan jasa siaran yang
menjadi ujung tombak utama. Kata program adalah asal kata programme atau program
yang berarti acara atau rencana. Dalam Undang-undang penyiaran
Indonesia tidak mengunakan kata program dalam untuk acara tetapi
mengunakan istilah “siaran” yang didefinisikan sebagai pesan atau
rangkaian pesan yang disajikan dalam berbagai bentuk. Namun kata program
lebih sering digunakan dalam dunia penyiaran di Indonesia dari pada
kata siaran. Program adalah segala hal yang ditampilkan stasiun
penyiaran untuk memenuhi kebutuhan penontonnya.
Istilah program dalam kamus WJS Purwodarminto adalah acara, sedangkan kamus Webster International volume 2 lebih merinci yakni program adalah jadwal (schedule)
atau perencanaan untuk ditindaklanjuti dengan penyusunan butir siaran
yang berlangsung sepanjang siaran itu berada di udara. Secara teknis
penyiaran televisi, program televisi (television programming) diartikan sebagai penjadwalan atau perencanaan siaran televisi dari hari ke hari (horizontal programming) dari jam ke jam (vertical programming) setiap harinya.
Dalam
media radio terdapat perbedaan arti kata yang jelas antara program dan
programa. Programa di dunia radio berarti acara, sementara yang
dimaksudkan dengan program adalah susunan kesatuan acara dalam sehari.
Media televisi hanya mengistilahkan programming atau pemograman.
Program
yang disajikan stasiun penyiaran radio dan televisi adalah faktor yang
membuat penonton tertarik untuk mengikuti siaran yang dipancarkannya.
Program dapat disamakan dengan produk atau barang atau pelayanan yang
dijual kepada pihak lain (penonton, agency, atau siapa saja). Oleh sebab
itu program adalah produk yang dibutuhkan orang sehingga mereka
bersedia mengikutinya. Dalam hal ini terdapat suatu rumusan dalam dunia
penyiaran yaitu program yang baik akan mendapatkan pendengar atau
penonton yang lebih besar, sedangkan acara yang buruk tidak akan
mendapatkan pendengar atau penonton.
Departemen
program adalah posisi yang bertanggung jawab penuh dalam mengelola
program atau acara pada suatu stasiun penyiaran radio atau televisi.
Mereka bertugas melayani penonton atau target suatu stasiun penyiaran
melalui berbagai programnya. Jika suatu program bisa menarik banyak
penonton atau memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan pemasang
iklan untuk mempromosikan produknya, maka media penyiaran yang
bersangkutan akan mendapatkan client (pemasang iklan) dengan kata
lain keuntungan (pemasukan). Dengan demikian pendapatan dan prospek
suatu media penyiaran sangat ditentukan oleh bagian program.
Suatu media penyiaran radio ataupun televisi yang mengandalkan lebih dari 50 % programnya pada pasokan pihak lain (agency/production house).
Maka stasiun penyiaran tersebut harus memiliki departemen program yang
terpisah dari departemen lainnya. Dalam operasional melaksanakan
tugasnya sehari-hari itulah ada orang yang mengelola bagian program
disebut dengan programmer. Sedangkan dalam kegiatan departemen program secara professional, pada profesi dunia penyiaran sering disebut dengan programming.
Departemen program terdiri dari beberapa orang staf (administrasi),
programmer (profesi penyiaran), manajer (manajemen penyiaran) dan
pimpinan tertinggi bisa general manager atau Direktur Program
(tergantung kebutuhan stasiun penyiaran dalam operasionalnya).
Departemen program bertanggung jawab untuk merencanakan program atau
acara apa saja yang akan disajikan kepada penonton selama satu periode
tertentu atau khusus (regular ataupun momentum).
Pada
saat menjalankan tugas sebagai bagian dari depertemen program terdapat
banyak variasi sesuai dengan selera dan kebutuhan manajemen yang
memimpin. Apabila mengingikan in house production (produksi sendiri) maka bagian produksi ada dalam departemen program. Demikian pula dengan bagian pemasaran apabila client
tidak banyak atau masih kecil dapat digabungkan dengan dalam departemen
program. Sedangkan bila departemen program berhasil menarik banyak
perhatian penonton dan permintaan iklan padat maka departemen pemasaran
dapat berdiri sendiri dengan jumlah personil yang lebih besar.
Departemen
program yang baik harus terdiri dari orang-orang yang mengetahui apa
yang disukai dan tidak disukai penonton. Mendapatkan staf program yang
tepat tidaklah mudah. Proses nya harus melalui seleksi yang tepat
berdasarkan kriteria yaitu orang yang memahami budaya lokal dan selera
cita rasa yang menjadi trend pemirsa setempat. Khususnya pimpinan
tertinggi departemen program seorang general manager ataupun direktur
selain memahami budaya lokal, menguasai strategi menjadwalkan program
dan memiliki jaringan/mempunyai teman yang banyak agar mudah menciptakan
program yang disukai penonton dan mendapatkan keuntungan yang besar
bagi stasiun penyiaran. Biasanya jajaran staf dan pimpinan departemen
program dipilih orang-orang yang memiliki jiwa seni. Karena karyanya
harus memiliki nilai jual yang tinggi, berdasarkan selera penontonnya.
Seperti berpengalaman dibidang theater, musik, tari dan seni lainnya.
Oleh
sebab itu direktur program dan staf suatu stasiun penyiaran harus
memiliki pengetahuan mengenai selera yang menjadi trend dan kesukaan
penonton pada umunya. Mereka harus tahu siapa pemirsanya dan apa
kebutuhannya. Pimpinan dan staf departemen program pada stasiun
penyiaran harus memiliki kemampuan antara lain;
1. Menjadi
Negosiator yang handal. Hal ini diperlukan karena biasanya anggaran
yang tersedia terbatas jumlahnya untuk membeli berbagai program acara
yang ditawarkan. Departemen program harus kreatif mengajukan alternatif
kerjasama kepada pemasok atau distributor agar berhasil mendapatkan
program acara yang berkualitas dan disukai penonton.
2. Disiplin
mengontrol pengeluaran biaya pengadaan bahan siaran. Hal ini sangat
dibutuhkan agar biaya pengeluaran sesuai dengan hasil yang didapat.
Apalagi bila stasiun penyiaran memutuskan memproduksi sendiri programnya
(in house). Sehingga bagian program harus mampu merencanakan biaya produksi suatu acara agar tidak over dan hasilnya tidak baik.
3. Memiliki
kematangan dalam mengatur orang-orang dan berkribadian kreatif. Karena
sifat media penyiaran yang unik dan fleksibel dimana terdapat banyak
seniman yang harus saling bekerjasama. Maka diperlukan pendekatan yang
berbeda pada setiap insan dalam pekerjaan disetiap profesi.
Departemen
program yang profesional dalam bertugas harus mempelajari bagaimana
mengukur selera dan cita rasa publiknya, melalui penelitian untuk
mengetahui secara representative kebiasaan orang menonton televisi atau mendengarkan radio. Seorang programmer/perencana
yang profesional selalu mempertimbangkan bagaimana setiap program yang
disiarkannya digemari. Penelitian untuk mengetahui selera audien dapat
dilakukan oleh stasiun penyiaran radio dan televisi itu sendiri atau
menyewa lembaga independent profesional untuk menyaring informasi (feedback). Sehingga departemen program harus mempertimbangkan empat hal ketika merencanakan program siaran yang terkait dengan ;
1. Product, materi program yang dipilih haruslah yang berkualitas dan diharapkan disukai audien.
2. Price,
biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli atau memproduksi program.
Menekan biaya se-efisien mungkin dengan memaksimalkan keuntungan yang
optimal.
3. Place, jadwal penayangan program yang tepat bagi setiap program dengan target penonton, berdasarkan life style masyarakat yang bersangkutan. Perhitungan menjadwalkan program yang tepat akan sangat membantu keberhasilan program tersebut.
4. Promotion,
proses memperkenalkan setiap program secara semaksimal mungkin dengan
memanfaatkan potensi sendiri dan media lainnya, untuk mendapatkan audien
sebanyak-banyaknya.
Istilah-istilah dalam pembahasan program siaran televisi sering mengunakan beberapa istilah dengan pengertian sebagai berikut;
1. Siaran.
Mata acara atau rangkaian mata acara berupa pesan-pesan dalam bentuk
suara, gambar, atau suara dan gambar yang dapat didengar dan/atau
dilihat oleh khalayak dengan pesawat penerima siaran televisi dengan
atau tanpa alat bantu.
2. Penyiaran.
Seluruh kegiatan yang memungkinkan terselenggaranya siaran radio
dan/atau siaran televisi yang meliputi segi idiil, perangkat lunak dan
perangkat keras melalui sarana pemancar atau sarana transmisi di darat
atau di antariksa dengan mengunakan gelombang elektromagnetik atau
transmisi kabel, serat optik, atau media lainnya, dipancarluaskan untuk
dapat diterima khalayak dengan pesawat penerima siaran radio dan/atau
pesawat penerima siaran televisi dengan alat bantu.
3. Pola
Acara. Susunan mata acara yang memuat penggolongan jenis, hari, waktu,
dan lamanya serta frekuensi siaran setiap mata acara dalam suatu periode
tertentu sebagai panduan dalam penyelenggaraan siaran.
4. Acara Siaran. Program siaran, jadwal, rencana siaran dari hari ke hari dan dari jam ke jam.
5. Format Acara. Presentasi suatu program siaran; misalnya format talkshow, features, varietyshow, sinetron drama, dan seterusnya.
6. Jenis
Acara Siaran. Pemberitaan (liputan 6, Seputar Indonesia, Dunia Dalam
Berita), pendidikan (Pembinaan Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika),
hiburan (Dangdut Pro, Mama Mia)
Menjadwalkan
program siaran bukan pekerjaan yang mudah, mengingat program yang akan
ditampilkan harus disesuaikan dengan karakter penonton, waktu penayangan
dan kemampuan stasiun penyiaran berdasarkan visi dan misinya. Oleh
sebab itu menyusun program siaran diperlukan sistem pemograman siaran.
Dengan sistem itu diharapkan acara-acara yang hadir di hadapan pemirsa
membuat nyaman, dapat disenangi bahkan bisa menjadi favorit.
Di
Indonesia program siaran radio yang beroperasi pada kota-kota besar
memiliki jam siaran rata-rata 24 jam. Sedangkan andalan programnya yang
menjadi prime time berbeda-beda, yaitu diantara pukul 07.00 sampai pukul
18.00. Pada media televisi, program siaran akan mengisi siarannya
sepanjang rata-rata 18 sampai 24 jam setiap harinya. Program siaran yang
menjadi prime time atau unggulan di televisi hampir sama diseluruh
televisi yaitu pada pukul 18.00 sampai pukul 21.00.
Program
siaran terdiri dari berbagai macam produksi siaran pendukung program.
Produksi itu bisa dibuat sendiri oleh stasiun televisi bersangkutan atau
dibeli/disewa dari luar seperti distributor asing. Oleh karena itu
salah satu tugas bagian program/ programmer harus terlebih dahulu
merencanakan pola siaran. Dari pola tersebut barulah dapat diketahui dan
ditentukan jenis-jenis programnya, durasinya dan karakter pemirsa yang
cocok dengan program apa.
Maju
mundurnya atau suksesnya perusahaan jasa penyiaran televisi ada pada
bagian program. Secara bisnis program itu dapat dijual, khususnya
perusahaan televisi swasta, hasil penjualan program dapat menghasilkan
pemasukan keuntungan. Sedangkan bagi televisi publik atau komunitas
(nonkomersial) seperti televisi publik, televisi pendidikan, televisi
sekolah mendapatkan keuntungan berupa investasi peradaban masyarakat,
tambahan wawasan dan yang lebih utama lagi dapat mempercepat kepandaian
seseorang karena program-programnya sama sekali tidak mengutamakan
promosi pihak lain.
Program
televisi nonkomersial tersebut, isi programnya banyak mengetengahkan
pendidikan informal, wawasan sosial budaya yang sangat diperlukan
masyarakat, kesehatan, ilmu pengetahuan dan semua yang berhubungan
dengan peningkatan harkat hidup masyarakat. Hal itu juga harus diikuti
dengan program yang bermutu, menarik dan enak ditonton.
Sistem
pemograman akan menyentuh juga penggunaan perangkat operasional siaran,
kecanggihan perangkat teknik, serta jangkuan siaran. Seperti perangkat
peralatan yang sederhana dengan jangkauan siaran terbatas/lokal, akan
berbeda dibandingkan dengan penggunaan perangkat peralatan lebih canggih
dan berjangkauan siaran yang ditujuan untuk siaran nasional.
source : http://voi-linar.blogspot.com/2011/04/pengertian-programming-programmer.html

0 komentar:
Posting Komentar